🏠 Tentang Rumoh Aceh

Rumoh Aceh adalah rumah tradisional khas masyarakat Aceh yang memiliki bentuk panggung dan mencerminkan kearifan lokal serta nilai budaya masyarakatnya. Rumah ini terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu seuramoë keuë (serambi depan), seuramoë teungoh (serambi tengah), seuramoë likôt (serambi belakang), serta satu tambahan yaitu rumoh dapu (dapur).


Atap rumah sering dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan pusaka keluarga, menandakan fungsi rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal tetapi juga sebagai simbol kehidupan dan warisan.

đź§± Arsitektur dan Struktur

  1. Bentuk Rumah – Berbentuk rumah panggung dengan jumlah tiang 16, 24, atau 32, menandakan tipe rumah dengan 3, 5, atau 7 ruangan.
  2. Bahan Bangunan – Terbuat dari papan keras dan kayu tanpa paku, memudahkan perawatan dan memiliki fungsi praktis, termasuk saat pemandian jenazah karena air langsung mengalir ke tanah.
  3. Atap – Menggunakan daun rumbia, ringan dan sejuk, serta mudah dilepaskan saat terjadi kebakaran.
  4. Ukiran – Dihiasi dengan ukiran khas Aceh di bagian pintu, jendela, dan tangga yang mengandung nilai estetika dan filosofi mendalam.

🏡 Fungsi dan Tata Letak

  • Ruangan utama terdiri dari serambi depan, ruang tengah, dan serambi belakang.
  • Tangga berada di bagian depan dengan jumlah anak tangga ganjil sebagai simbol keberuntungan
  • Kolong rumah digunakan untuk menyimpan alat pertanian, bahan makanan, atau sebagai tempat bermain anak-anak.

🌿 Nilai Budaya dan Filosofi

Rumoh Aceh tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol status sosial dan filosofi kehidupan masyarakat Aceh.

Setiap bagian rumah memiliki makna mendalam, seperti:

  • Tamèh (tiang rumah) melambangkan keteguhan dan kelembutan hati.
  • Tamèh raja dan tamèh putroe melambangkan keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan.
  • Keunaleueng tamèh (alas tiang) hingga bintĂ©h (dinding) dan pintĂ´ (pintu) mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Peribahasa Aceh seperti:





“Kreueh beu beutoi kreueh, beu lagee kreueh kayèe jeuet keu tamèh rumoh”

mengajarkan nilai keteguhan prinsip namun tetap berhati lembut — cerminan karakter orang Aceh.

Upacara dan Tradisi

Pembangunan Rumoh Aceh biasanya melibatkan upacara adat dan gotong royong masyarakat. Proses ini menjadi wujud solidaritas dan kekeluargaan, sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

🎥 Galeri Budaya

Gallery Library Aceh Culture menampilkan Rumoh Aceh asli yang direkam dalam bentuk video.

Rumah adat ini terletak di Taman Hutan Kota Langsa, dan video dokumentasinya dapat disaksikan di bagian bawah halaman ini sebagai media edukatif dan promosi budaya Aceh.