📚 Tentang Kegiatan Duta Baca

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan IAIN Langsa secara rutin mengadakan kegiatan Pemilihan Duta Baca IAIN Langsa.

Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan mahasiswa yang memiliki kecintaan terhadap literasi, memahami layanan perpustakaan, dan mampu menjadi teladan dalam kegiatan membaca dan menulis.


Duta Baca yang terpilih akan berperan sebagai “agent of literacy”, yaitu duta literasi yang membantu mempromosikan layanan dan program-program perpustakaan, serta terlibat aktif dalam kegiatan internal maupun eksternal yang diselenggarakan oleh Perpustakaan IAIN Langsa.

🗓️ Waktu Pelaksanaan dan Peserta

Kegiatan Pemilihan Duta Baca dilaksanakan setiap tahun pada bulan Maret.

Peserta yang dapat mendaftar adalah mahasiswa/i aktif IAIN Langsa semester II hingga semester V.

Pendaftaran dapat dilakukan secara:

  • Mandiri, oleh mahasiswa yang berminat menjadi Duta Baca.
  • Utusan program studi, yang merekomendasikan perwakilan mahasiswa terbaiknya.

đź§ľ Sistem Penilaian

Penilaian dilakukan oleh lima (5) orang juri yang menilai berdasarkan beberapa indikator, meliputi:

  • Kemampuan membuat resensi buku,
  • Wawasan tentang literasi dan peran Duta Baca,
  • Pengetahuan tentang perpustakaan,
  • serta pengetahuan umum.



Masing-masing juri memberikan penilaian secara objektif untuk menentukan peserta terbaik yang layak menyandang gelar Duta Baca IAIN Langsa.

🏆 Penghargaan dan Keistimewaan

Pemenang Duta Baca IAIN Langsa akan memperoleh:

  • 🏅 Trophy dan Piagam Penghargaan,
  • đź’° Uang tunai dan hadiah menarik lainnya,
  • 🎓 Keistimewaan konversi nilai KPM sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh LP2M IAIN Langsa.



Selain itu, para Duta Baca juga akan mendapatkan pengalaman berharga sebagai representasi mahasiswa literat dan berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan literasi di tingkat lokal maupun nasional.

đź’¬ Harapan

Melalui kegiatan ini, UPT. Perpustakaan IAIN Langsa berharap dapat menumbuhkan generasi muda kampus yang memiliki semangat membaca tinggi, gemar berbagi pengetahuan, serta mampu menjadi ikon budaya literasi di lingkungan akademik.