Mengenal Website Jurnal Versi Kemendikbudristek Part I

Jurnal adalah publikasi ilmiah yang berisi kumpulan artikel dan pada umumnya terbit secara reguler, seperti misalnya dua kali atau empat kali dalam setahun. Naskah artikel yang ditulis untuk jurnal direview atau dievaluasi oleh tim reviewer. Reviewer artikel jurnal biasanya lebih dari satu orang yang merupakan pakar di bidang studi tertentu sesuai dengan topik yang ditulis dalam artikel. Jurnal pada umumnya berisi sejumlah referensi yang menjadi rujukan penulisan tiap artikel. Jenis artikel yang ditulis tak sebatas laporan penelitian, namun bisa pula berupa review literatur. Artikel jurnal yang merupakan laporan penelitian secara tipikal terdiri dari beberapa bagian dari judul, abstrak, deskripsi pengantar, kajian pustaka, metodologi, hasil analisis, diskusi dan implikasi hasil penelitian. Kadang disertai usulan tentang agenda riset lanjutan dan rekomendasi. Indonesia memiliki 4 (empat) Website resmi terkait publisitas jurnal yang terakreditasi dan dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

1. SHINTA

Sinta atau jurnal Sinta kepanjangan dari Science and Technology Index. Sinta sendiri adalah sebuah laman atau portal ilmiah daring yang dikelola oleh Kemendikbud Ristek sehingga menyajikan daftar jurnal nasional terakreditasi.  Sinta juga bisa diartikan sebagai sebuah database atau pusat data jurnal nasional terakreditasi. Sehingga bisa dijadikan tujuan bagi pencari referensi berbentuk jurnal nasional dengan kualitas yang sudah diakui oleh Kemendikbud Ristek. Sinta itu didesain bagi kalangan mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Ini adalah portal berisi pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi, meliputi kinerja peneliti, kinerja jurnal, dan kinerja institusi Iptek.

Jurnal-jurnal yang masuk ke dalamnya kemudian menjadi jurnal yang layak untuk dijadikan referensi, dilakukan sitasi, dan sejenisnya. Lewat sifat inilah Sinta kemudian bisa menjadi media untuk menunjukan kekuatan publikasi ilmiah dari sebuah lembaga pendidikan atau perguruan tinggi. Apalagi, Sinta sudah terhubung langsung dengan Scopus dan Google Scholar yang menyajikan informasi reputasi jurnal secara internasional. Harapannya dengan fitur seperti ini bisa memudahkan siapa saja mendapatkan jurnal nasional berkualitas.

Jurnal SHINTA memiliki beberapa fitur yang memudahkan dosen/peneliti untuk mengetahui progres publikasinya. Sekaligus memudahkan penemuan referensi jurnal dengan kualitas sesuai harapan dan kebutuhan. Fitur-fitur tersebut antara lain: 

1. Citation

Fitur pertama di Jurnal Sinta adalah citation yakni informasi mengenai posisi h-index dalam kurun waktu satu tahun terakhir di Google Scholar dan Scopus. Sehingga h-index di kedua database tersebut akan termuat di reputasi jurnal di Sinta. 

2. Networking 

Fitur utama yang kedua di dalam laman Sinta adalah networking. Yaitu, informasi yang menjelaskan semua pihak yang pernah menjadi kerjasama dengan dosen yang menjadi author atau penulis jurnal di Sinta. Sehingga semua orang bisa tahu jaringan yang dimiliki penulis dan tentunya bisa ikut menentukan kualitas jurnalnya. Sebab jurnal yang memuat hasil penelitian kolaborasi tentu dianggap lebih mumpuni. 

3. Research Output 

Fitur berikutnya adalah research output yakni fitur yang menampilkan semua luaran atau output yang telah dihasilkan. Baik dalam bentuk publikasi jurnal, buku ilmiah, maupun bentuk lainnya. 

4. Score 

Fitur utama yang terakhir adalah score yaitu fitur yang menampilkan indeks keseluruhan publikasi jurnal. Mulai dari indeks di Sinta, kemudian di Google Scholar, lalu di Scopus, sampai hasil indeks di Inasti. 

Fungsi Jurnal Sinta 

Laman Sinta dirilis dan dipublikasikan kepada masyarakat ilmiah tentu bukan tanpa alasan. Laman jurnal nasional ini sendiri punya sejumlah fungsi yang mendukung peningkatan mutu publikasi di pendidikan tinggi Indonesia. Sekaligus mendorong peningkatan jumlah publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Secara garis besar, Sinta memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut: 

1. Wadah Publikasi Online

Sinta bukan hanya database yang menunjukan daftar jurnal nasional terakreditasi saja di Indonesia. Namun juga menjadi media bagi para dosen atau peneliti untuk menerbitkan jurnal hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. SInta kemudian berfungsi sebagai wadah untuk mendukung dan menerima publikasi jurnal hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Sifatnya online, dan tentunya memudahkan para dosen mengurus penerbitan jurnal secara mandiri. Sebab setiap dosen yang sudah memiliki akun terverifikasi di Sinta bisa menggunakan fitur menerbitkan jurnal. Sehingga jurnal tersebut bisa masuk ke database Sinta dan bisa didaftarkan untuk proses akreditasi di ARJUNA. 

2. Menilai Kinerja Jurnal 

Fungsi kedua dari jurnal SInta adalah melakukan penilaian terhadap kinerja jurnal nasional yang sudah dipublikasikan oleh seluruh dosen dan peneliti di Indonesia. Sifatnya yang sudah terhubung dengan Google Scholar dan Scopus. Sekaligus sudah ditunjang dengan fitur citation dan juga skor memungkinkan Sinta melakukan penelusuran hasil publikasi para dosen dan peneliti. Selain itu, Sinta terbagi menjadi beberapa kategori mulai dari Sinta 1 untuk akreditasi tertinggi sampai Sinta 6. Sehingga para dosen dan peneliti bisa terus mengembangkan diri dengan meningkatkan kualitas publikasi. Supaya bisa mendapatkan kategori Sinta 1 maupun S yang artinya sudah meraih akreditasi antara A dan B. Kualitas jurnal kemudian sudah terbukti, sehingga memberikan referensi jurnal nasional berkualitas kepada publik. Sekaligus mendorong dosen untuk terus meningkatkan kualitas tulisan artikel ilmiahnya. 

Keunggulan Jurnal Sinta 

Dosen dan peneliti tentunya tidak hanya bisa menerbitkan jurnalnya ke jurnal Sinta. Bisa juga melakukan publikasi di database lain, misalnya Google Scholar dan Scopus untuk jurnal berbahasa Indonesia dan bahasa internasional yang diakui PBB (jurnal internasional). Namun, dosen juga perlu mencoba melakukan penerbitan jurnal ke Sinta. Sebab Sinta dikenal punya keunggulan sudah tersinkronisasi dengan Google Scholar, Scopus, IPI, dan juga dengan Inasti. Sehingga semua riwayat publikasi dosen baik dalam bentuk jurnal maupun buku akan tampil di laman Sinta. Selain itu ditunjang juga dengan empat fitur utama Sinta yang sudah dijelaskan sebelumnya. Hal ini akan membuat jurnal lebih banyak disitasi oleh masyarakat ilmiah. 

Bagaimana Jurnal Bisa Terindeks di Sinta? 

Dosen/penulis harus melewati 6 tahapanagar sebuah jurnal bisa terindeks di Sinta. Berikut detailnya: 

  • Jurnal yang akan diterbitkan di Sinta sebaiknya sudah didaftarkan untuk dinilai akreditasinya oleh ARJUNA. Dilakukan secara online melalui laman http://arjuna.ristekdikti.go.id/
  • Proses penilaian akreditasi yang dilakukan oleh Subdit Fasilitas Jurnal Ilmiah, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti akan menugaskan Asesor Akreditasi. Sehingga bisa dinilai akreditasinya dan jurnal bisa masuk ke kategori mana. 
  • Jurnal yang sudah masuk kategori antara Sinta 1 sampai 6 kemudian diperingkat lagi dengan memperhatikan indeks di Google Scholar maupun Scopus. 
  • Proses akreditasi atau penilaian jurnal Sinta dilakukan berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan oleh Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual.
  • Jurnal yang sudah didaftarkan ke ARJUNA namun belum masuk ke indeks Sinta diharapkan bisa menunggu periode akreditasi dan evaluasi berikutnya. 

Jurnal Sinta melalui penjelasan tersebut bisa menjadi media untuk menerbitkan jurnal dan mendorong reputasinya. Selain itu bisa memudahkan dosen untuk menerbitkan jurnalnya karena sistemnya daring dan prosesnya juga tidak sulit.

Sumber : https://sinta.kemdikbud.go.id/ dan https://www.duniadosen.com/jurnal-sinta/

Tinggalkan Balasan