“Waktu dan Amal Shalih” Jadi Tema Upacara Minggu Kedua Juni

Langsa, Pustaka IAIN Langsa- Seperti biasanya, setiap senin pagi (13/06/2022) perpustakaan IAIN Langsa melaksanakan kegiatan upacara yang bertempat di halaman gedung perpustakaan. Upacara berlangsung khidmat dibawah sinar mentari pagi yang menyehatkan. Pelaksanaan upacara pagi ini diikuti oleh semua staf dan Cleaning service di unit perpustakaan. Pembina dalam upacara kali ini adalah Rahmi, S.Pdi yang bertugas di bagian Pelayanan Karya Ilmiah.

Dalam kesempatan ini, Rahmi mengangkat tema tentang Pentingnya memanfaatkan Waktu dan Amal Shalih. Waktu adalah perkara yang paling berharga dalam Islam. Waktu termasuk salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia. Bahkan, Allah SWT pernah bersumpah dengan menggunakan waktu di dalam surat Al-Asr:

وَالْعَصْرِۙ

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

(Wal-‘aṣr, innal-insāna lafī khusr)

Artinya: “Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian.” (QS Al-Asr: 1-2)

Pada hakikatnya, waktu bagi manusia adalah umurnya sendiri. Saat waktu berlalu, maka usianya pun semakin berkurang. Waktu lebih berharga dari harta benda. Harta itu sifatnya datang dan pergi, tetapi tidak dengan waktu sehingga kita sering mendengar kalimat ” Seandai waktu bisa terulang kembali” karena sejatinya waktu tidak akan kembali. Karenanya Rasulullah SAW sering memperingatkan umatnya tentang waktu. Salah satu hadis tentang menghargai waktu, adalah:

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

Artinya: “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Abdul Fattah bin Muhammad dalam Qimatuz Zaman ‘Indal ‘Ulama menjelaskan, kata ‘tertipu’ dalam hadis ini artinya merugi. Banyak manusia yang merugi karena nikmat sehat dan waktu luang. Ada orang yang sehat, namun seperti tidak punya waktu untuk persiapan akhirat karena terlalu sibuk dengan kehidupan dunia. Oleh karena itu, apabila diberikan nikmat sehat dan waktu luang, perbanyaklah ketaatan kepada Allah SWT. Sebab, masa sehat akan disusul sakit, dan waktu luang akan disusul kesibukan. Jika kita menyia-nyiakan waktu, sama saja dengan menyia-yiakan kesempatan baik.

“Lantas bagaimana dengan waktu yang kita habiskan di tempat kerja?. Sebagai Hamba Allah yang diciptakan untuk beribadah kepada Allah, setiap perbuatan yang kita kerjakan akan bernilai ibadah jika kita melakukan pekerjaan kita dengan ikhlas karena Allah SWT. Termasuk memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa serta mempermudah mereka dalam segala urusan karena segala hal kebaikan yang kita lakukan akan berpulang kepada diri sendiri”. Jelas Rahmi.

Tinggalkan Balasan